Bone – Salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jl. KH. Agussalim, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang Barat, tampak berbeda pada Jumat, 13l2 September 2025. Antrean panjang kendaraan berjejer, sebagian sopir resah menunggu giliran, sebagian lagi mengeluh karena sulit mendapatkan bahan bakar. Di tengah suasana itu, Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, hadir melakukan inspeksi mendadak (sidak).
Langkah ini diambil setelah Pemkab Bone menerima banyak keluhan masyarakat mengenai kelangkaan BBM di sejumlah SPBU. Andi Akmal langsung turun tangan untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan.
Dalam sidaknya, Wabup menemukan antrean panjang yang mengular hingga ke badan jalan. Situasi itu menjadi gambaran nyata keresahan warga. “Kelangkaan BBM ini berdampak luas pada masyarakat, menghambat pekerjaan, dan merugikan petani, nelayan, hingga UMKM,” tegas Andi Akmal.
Ia menekankan agar Pertamina segera menormalkan pasokan di SPBU Bone. Bahkan, ia mengingatkan pihak pengelola SPBU agar tidak bermain-main dengan aturan. “Ada oknum tertentu yang memanfaatkan subsidi ini. Kalau itu terus terjadi, Pemkab Bone akan mengambil tindakan tegas,” katanya.
Tak hanya itu, Andi Akmal meminta Pertamina menutup atau menyegel SPBU yang terbukti melanggar aturan, terutama yang kedapatan menjual kepada pihak tidak berhak atau melakukan praktik penimbunan BBM ilegal. “Ini harus menjadi konsentrasi kita semua, pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI. Aturannya jelas, undang-undangnya juga ada,” ujarnya menegaskan.
Ia pun mengimbau masyarakat agar berani melapor jika menemukan praktik penimbunan atau penjualan BBM ilegal. “Kalau ada yang melakukan hal seperti ini, segera laporkan kepada Pemda atau Polres. Kita akan tindaklanjuti,” tutupnya.
Bagi masyarakat Bone, sidak yang dilakukan Wabup bukan sekadar agenda seremonial. Kehadiran Andi Akmal di tengah antrean panjang SPBU hari itu menjadi penegasan, bahwa pemerintah daerah ingin memastikan energi bersubsidi benar-benar sampai kepada mereka yang berhak. (*)



Tinggalkan Balasan