BONE– Di tengah semangat menjaga kelestarian lingkungan yang kian menguat, UPT SMA Negeri 5 Bone yang dahulu dikenal sebagai SMAN 1 Lappariaja yang sukses mencetak alumni yang berkiprah sebagai Menteri Pertanian RI yakni H. Andi Amran Sulaiman dan alumni sebagai Bupati Bone yakni H. Andi Asman Sulaiman
kembali menunjukkan langkah progresifnya. Setelah sukses menyandang predikat Sekolah Adiwiyata Nasional pada tahun 2024, kini sekolah tersebut membidik capaian yang lebih tinggi: Adiwiyata Mandiri tahun 2026.

Komitmen itu bukan sekadar wacana. Di bawah kepemimpinan Kepala UPT SMAN 5 Bone, Drs. H. Andi Harbin Nur, berbagai persiapan telah dilakukan secara matang. Mulai dari pembenahan lingkungan sekolah hingga penguatan program berbasis ekologi yang melibatkan seluruh warga sekolah.

“Alhamdulillah, kami telah mendaftarkan sekolah untuk mengikuti penilaian Adiwiyata Mandiri tahun 2026 secara online, dengan bimbingan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone,” ungkapnya. Ia optimistis, langkah ini akan membawa SMAN 5 Bone melangkah lebih jauh setelah sebelumnya meraih pengakuan di tingkat nasional.

Namun, perjalanan menuju Adiwiyata Mandiri tidaklah tanpa tantangan. Salah satu kebutuhan penting yang tengah diupayakan adalah pengembangan inovasi green house sebagai bagian dari indikator penilaian. Sayangnya, program tersebut belum dapat didanai melalui Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), sehingga pihak sekolah mengajukan usulan dukungan kepada pemerintah daerah.

Di sisi lain, dukungan penuh datang dari Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, yang juga merupakan Ketua Ikatan Alumni (IKA) SMAN 5 Bone. Ia memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi dan komitmen sekolah dalam mengembangkan budaya peduli lingkungan.

“Ini adalah prestasi yang patut diapresiasi. Setelah meraih Adiwiyata Nasional, kini SMAN 5 Bone melangkah lebih jauh menuju Adiwiyata Mandiri. Ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Bupati.

Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi pihak sekolah, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi daerah dan para alumni. Ia pun menegaskan bahwa pemerintah daerah siap memberikan dukungan, khususnya dalam mendorong inovasi berbasis lingkungan yang menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian Adiwiyata Mandiri.

Langkah SMAN 5 Bone ini menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan semangat kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan alumni, harapan meraih Adiwiyata Mandiri pada 2026 bukanlah sesuatu yang mustahil, melainkan target yang kian mendekati kenyataan. (*)