BONE–Desa Arasoe, Kecamatan Cina, pada Kamis (14/8/2025) menjadi saksi kembalinya denyut manis industri gula di Kabupaten Bone. Sinergi Gula Nusantara (SGN) memulai musim giling tahun 2025 dengan penuh semangat, mengusung tema “Sinergi Menuju Sukses Giling”.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone Hj. Maryam, hadir langsung untuk menekan tombol tanda dimulainya proses giling. Kehadirannya bukan sekadar seremoni, tetapi juga membawa pesan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Momen kedatangan Bupati Bone disambut hangat oleh jajaran pimpinan PT. SGN. Wisnu Pangaribawa, GM Pabrik Gula Bone, bersama Juniyanto, GM MKSO Kebun Bone, mengalungkan sarung sutera sebagai tanda penghormatan. Hadir pula A. Muh. Wardi Samad selaku Cluster Head Sulawesi PT. SGN, perwakilan Direksi PT. SGN, pejabat Tripika Kecamatan, Camat Cina Andi Supriadi, dan Kepala Desa Arasoe A. Amal Fahsyah.

Bagi Bupati Bone, acara ini bukan sekadar agenda kerja. “Saya punya hubungan emosional dengan PTPN XIV. Dulu, saya pernah jadi pekerja harian lepas, mandor tebu, mandor tapioka, bahkan sawit. Pabrik ini bukan sekadar industri, ini permata untuk Bone,” ujarnya, mengenang masa-masa ia terjun langsung di lapangan.

Ia menegaskan bahwa kehadiran kembali Pabrik Gula Bone yang sempat purna karya membawa arti besar bagi masyarakat. “Mayoritas tenaga kerjanya adalah masyarakat Bone. Pemerintah siap memberikan dukungan dalam bentuk apa pun yang bisa dikerjasamakan. Untuk menjaga perusahaan ini, harus penuh komitmen. Pabrik ini memberikan kontribusi besar bagi perekonomian daerah,” tegasnya.

Pihak PT. SGN pun menyampaikan rasa syukur atas keberlangsungan operasional pabrik. Produksi tahun lalu telah mencapai target 100 persen, dan meski ada masa tidak beroperasi, mereka memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi karyawan.

Musim giling tahun ini juga diharapkan menjadi momentum sinergi yang lebih erat antara perusahaan dan petani tebu rakyat. “Untuk tebu rakyat, kita bersinergi. Optimalisasi kebun rakyat menjadi fokus bersama,” tambah Bupati, yang tak segan menyapa para petani dengan bahasa akrab.

Buka giling kali ini bukan sekadar peresmian, melainkan awal dari harapan baru. Harapan akan manisnya produksi, sejahteranya petani, dan kokohnya perekonomian Bone. (*)