BONE– Pernah merasakan pahitnya kehidupan, menempa jiwa Andi Asman Sulaiman menjadi sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat kecil. Kenangan masa lalu itu seakan kembali hadir pada Senin dini hari, 23 Februari 2026, sekitar pukul 01.30 Wita, ketika orang nomor satu di Kabupaten Bone itu memilih singgah sahur bersama para sopir truk di Warkop Berkah 99, Kecamatan Camba, usai perjalanan panjang dari Magelang menuju Bone.
Tak ada protokoler berlebihan. Di tengah aroma kopi panas yang membaur dengan udara dini hari, Bupati Bone duduk sederhana bersama para sopir. Ia bercengkerama, bertanya kabar, mendengar cerita tentang perjalanan lintas daerah, harga muatan, hingga tantangan di jalanan.
Dalam suasana hangat itu, H. Andi Asman Sulaiman bernostalgia. Ia mengaku pernah berada di posisi yang sama menjadi pekerja keras yang menggantungkan hidup pada roda kendaraan. Bahkan, ia pernah merantau hingga ke Sulawesi Utara dan bekerja sebagai kernet mobil demi mencari nafkah.
“Pekerjaan apa pun itu mulia selama halal dan dijalani dengan sungguh-sungguh,” tuturnya penuh empati.
Pengalaman masa lalu itulah yang membuatnya selalu iba dan menghargai setiap tetes keringat para pekerja lapangan. Baginya, para sopir truk adalah pahlawan ekonomi, penggerak distribusi hasil bumi, termasuk komoditas jagung yang kini nilainya semakin membaik di Bone.
Ia pun menyinggung geliat sektor pertanian jagung yang menunjukkan tren positif. Dalam satu kali panen, satu truk dapat mengangkut sekitar 20 ton, bahkan dalam beberapa kali panen bisa mencapai total 60 ton. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan bukti bahwa kerja keras petani dan lancarnya distribusi memberi harapan bagi kesejahteraan masyarakat.
Di meja sahur sederhana itu, tak ada sekat antara pemimpin dan rakyat. Yang ada hanya cerita perjuangan, tawa kecil, dan semangat untuk terus bekerja.
Bagi Bupati Andi Asman Sulaiman, kepemimpinan bukan sekadar duduk di balik meja kantor. Kepemimpinan adalah hadir, menyapa, dan merasakan denyut kehidupan masyarakatnya, bahkan di dini hari, di sebuah warung kopi, bersama para sopir truk yang setia menjaga roda perekonomian tetap berputar. (*)



Tinggalkan Balasan