BONE– Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., memimpin langsung Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bone dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M.
Rakor yang berlangsung di Halte Pojok Kolaborasi, Area Lapangan Merdeka Bone, Jumat malam (13/2/2026), menghadirkan suasana diskusi yang hangat namun penuh keseriusan. Unsur Forkopimda dan jajaran terkait duduk bersama, menyatukan persepsi demi memastikan masyarakat Bone menyambut Ramadan dalam kondisi aman dan sejahtera.
Kepala Badan Kesbangpol Bone, A. Gunadil Ukra, dalam laporannya menyampaikan bahwa perkembangan daerah menunjukkan tren positif. Inflasi Kabupaten Bone tercatat berada di angka 0,91 persen, sebuah capaian yang dinilai cukup stabil di tengah dinamika perekonomian, termasuk geliat sektor UMKM.
Menurutnya, aktivitas perdagangan di sekitar Lapangan Merdeka memberi dampak nyata bagi pertumbuhan pelaku UMKM lokal. Perputaran ekonomi yang meningkat tidak hanya menopang stabilitas harga, tetapi juga berkontribusi dalam menekan angka kemiskinan. Di sisi lain, peningkatan kualitas infrastruktur jalan serta penerangan turut memperkuat terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.
Dalam arahannya, Bupati Bone mengapresiasi kehadiran Pojok Kolaborasi sebagai ruang dialog lintas sektor. Ia menilai, gagasan besar kerap lahir dari perbincangan sederhana yang dibangun melalui komunikasi terbuka dan kebersamaan.
“Di tempat seperti ini, ide-ide lahir. Harapan besar sering muncul dari diskusi kecil yang tulus,” ujarnya.
Momentum rakor ini, menurutnya, menjadi sangat strategis. Pemerintah daerah harus memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga menjelang Ramadan dan Idulfitri, sekaligus menjaga situasi keamanan tetap aman, tertib, dan damai.
Sebagai langkah konkret, Bupati mengusulkan pembentukan kios pangan Tripika di setiap kecamatan. Kios tersebut diharapkan menjadi sarana pendistribusian bahan pokok secara terkontrol guna mengantisipasi lonjakan harga yang lazim terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang lebih masif hingga ke tingkat kelurahan, desa, dusun, RW, dan RT. Nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Bone seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge, menurutnya, harus terus dijaga sebagai fondasi harmoni sosial. Namun demikian, kewaspadaan tetap diperlukan agar persoalan kecil tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Koordinasi lintas unsur seperti Tripika, Kacabjari, hingga KUA pun diminta semakin diperkuat. Stabilitas sosial, tegasnya, bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Bone juga menyoroti sejumlah laporan kebakaran yang menimpa warga. Ia berharap langkah pencegahan semakin diperkuat, termasuk mendukung instruksi Presiden terkait program gentenisasi listrik. Program tersebut dinilai dapat mengurangi risiko kebakaran, khususnya pada rumah dengan instalasi kabel berdaya kecil yang rentan panas dan percikan api.
“Pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Jangan menunggu musibah baru kita bergerak,” tegasnya.
Rakor Forkopimda malam itu bukan sekadar agenda rutin. Ia menjadi simbol komitmen bersama menjaga Bone tetap aman, stabil, dan tangguh menyambut Ramadan dengan ketenangan, serta memastikan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. (*)



Tinggalkan Balasan