BONE– Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM resmi melaunching Kios Tani dan Pangan Maberre yang digagas oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Bone, Jumat, 27 Februari 2026. Launching tersebut menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bone dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di tengah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, khususnya selama Ramadhan.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman bersama drh. Agusriady, M.Anim.Sc selaku Plt. Kepala DPKH Kabupaten Bone. Turut hadir Kepala Balai Besar POM Makassar, Kepala Perum Bulog, para Kepala OPD serta Kabag Ekonomi Setda Bone. Kegiatan launching ini juga dirangkaikan dengan pembukaan Posko Pangan Ramadhan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan bahan pokok.
Plt. Kepala DPKH menjelaskan bahwa kehadiran Kios Tani dan Pangan Maberre merupakan upaya strategis dalam memastikan ketersediaan pangan dan menjaga stabilitas harga di tingkat masyarakat. Kios ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok dan sarana produksi pertanian serta peternakan, di antaranya telur ayam ras curah, ayam ras potong, telur itik asin, Beras SPHP, Minyak Kita bantal, pupuk organik padat dan cair, obat-obatan hewan, hingga kebutuhan lainnya.
“Ini merupakan hal baru yang kita lakukan sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat. Tujuannya jelas, menghadirkan produk yang terjangkau dan mudah diakses,” ungkapnya.
Program ini juga merupakan implementasi dari kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia, sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam memperkuat sektor pangan dan peternakan.
Dalam sambutannya, Bupati Bone menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan DPKH. Menurutnya, Kios Tani dan Pangan Maberre menjadi jawaban nyata atas kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menghadapi dinamika harga bahan pokok.
“Inovasi ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Kehadiran kios ini bukan hanya memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga membantu menstabilkan harga sehingga masyarakat, terutama yang kurang mampu, dapat memenuhi kebutuhannya dengan lebih ringan,” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati menekankan agar program ini tidak berhenti di pusat kota saja. Ia mendorong agar Kios Tani dan Pangan Maberre dapat hadir di wilayah-wilayah yang masih tergolong rawan pangan, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), dengan menggandeng kios pangan di tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.
Bupati juga menyoroti pentingnya sinergi dengan Bulog dalam menjaga keterjangkauan harga. Saat ini, Bulog mampu menyuplai berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang relatif terjangkau, seperti Beras SPHP 5 kg seharga Rp58 ribu, Gula Manis Kita Rp18.500 per kilogram, gula polos Rp17.500 per kilogram, Minyak Kita bantal Rp15.000 per liter, serta minyak goreng Befood Rp19.500 per liter.
Langkah ini menjadi angin segar bagi masyarakat selama bulan suci Ramadhan, di mana kebutuhan pangan biasanya meningkat. Dengan hadirnya Kios Tani dan Pangan Maberre yang terintegrasi dengan Posko Pangan Ramadhan, Pemerintah Kabupaten Bone menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kios ini bukan sekadar tempat berbelanja, tetapi simbol hadirnya negara di tengah masyarakat memberikan kepastian, keterjangkauan, dan harapan akan ketahanan pangan yang lebih kuat di Kabupaten Bone. (*)



Tinggalkan Balasan