BONE– Desa Cege, Kecamatan Mare, riuh tepuk tangan warga berpadu dengan deru mesin katinting yang membelah aliran sungai. Sabtu pagi (11/4/2026) itu menjadi momen istimewa, ketika Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, secara resmi membuka Lomba Balap Katinting FFA BerAmal Cup. Ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari semarak peringatan Hari Jadi Bone (HJB) ke-696 yang sarat makna kebersamaan dan potensi lokal.
Kehadiran sejumlah tokoh turut menambah semarak acara. Di antaranya Wakil Ketua TP PKK Bone Hj. Maya Damayanti Andi Akmal, Anggota DPRD Bone Fraksi Nasdem Andi Herianto Bausad yang juga menjadi pembina kegiatan, serta Camat Mare A. Yuliana, SP. Para kepala desa dan tamu undangan lainnya ikut menyatu dalam antusiasme masyarakat yang memadati bantaran Sungai Cege.
Bagi Andi Herianto Bausad, kegiatan ini adalah bukti bahwa kolaborasi mampu melahirkan sesuatu yang bernilai. Meski persiapan terbilang singkat, sinergi panitia, pemerintah kecamatan, dan dukungan sponsor seperti Sahabat AHB serta AAS Community berhasil menghadirkan event yang meriah.
“Ini bukan hanya lomba, tapi ruang silaturahmi. Kita ingin kegiatan seperti ini bersih dari hal negatif, menjunjung sportivitas, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Dengan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah—Rp10 juta untuk juara pertama hingga Rp4 juta untuk juara keempat—lomba ini menjadi magnet tersendiri bagi para peserta. Namun lebih dari itu, Sungai Cege dinilai menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis olahraga air.
Camat Mare, A. Yuliana, melihat lomba ini sebagai peluang strategis. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menguji kecepatan dan ketangkasan, tetapi juga menjadi panggung promosi bagi wilayah Mare yang kaya potensi maritim.
“Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah daerah. Ini langkah awal untuk memperkenalkan Mare sebagai kawasan wisata yang menjanjikan,” ujarnya.
Sementara itu, Andi Akmal Pasluddin menyampaikan salam dari Bupati Bone yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong kegiatan positif yang tumbuh dari masyarakat.
“Kami ingin lomba ini tidak berhenti di sini. Ke depan, kita dorong menjadi agenda tahunan dan masuk dalam kalender resmi daerah,” katanya.
Lebih jauh, ia mengungkapkan rencana penguatan dukungan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, serta upaya pengembangan Sungai Cege dengan melibatkan pemerintah pusat dan provinsi. Baginya, ini bukan sekadar wacana, tetapi langkah nyata yang akan terus diperjuangkan.
Di tengah gemuruh mesin katinting yang berpacu, terselip harapan besar. Bahwa dari sungai kecil di Desa Cege, akan lahir geliat ekonomi baru—UMKM yang tumbuh, wisata yang berkembang, dan masyarakat yang semakin berdaya.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh peserta menjadikan lomba ini sebagai ajang mempererat persaudaraan.
“Kecamatan Mare punya potensi besar—pendidikan, wisata, dan budaya. Mari kita kembangkan bersama demi Bone yang lebih baik,” tutupnya.
Dan hari itu, Sungai Cege bukan hanya menjadi lintasan balap, tetapi juga simbol semangat baru: tentang kebersamaan, potensi, dan masa depan Bone yang terus melaju. (*)



Tinggalkan Balasan