BONE–Bertempat di Kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bone pada Selasa, 15 Juli 2025, tampak berbeda. Beberapa orang berkumpul dengan raut wajah yang penuh harap dan syukur. Di antara mereka, Ibu Darna berdiri dengan mata berkaca-kaca, menerima uluran tangan dari para Pimpinan BAZNAS Bone.

Ibu Darna bukan sosok asing di desanya, Mattampawalie. Ia adalah guru mengaji yang puluhan tahun membimbing anak-anak di kampungnya mengenal huruf hijaiyah dan ayat-ayat suci. Namun, beberapa waktu lalu, musibah datang tak terduga. Rumah panggung kayu yang menjadi tempat berteduhnya roboh, tiangnya lapuk dimakan usia.

Berita robohnya rumah Ibu Darna sampai ke telinga BAZNAS Kabupaten Bone. Tak butuh waktu lama, para Pimpinan segera merumuskan langkah untuk menyalurkan dana Zakat, Infaq, dan Sedekah guna membantu perbaikan rumah guru mengaji tersebut.

“Ibu Darna adalah salah satu tokoh masyarakat yang berjasa dalam mendidik anak-anak mengaji di kampungnya. Ketika kami mendengar musibah yang menimpanya, BAZNAS segera mengambil langkah untuk memberikan bantuan,” tutur H. Muhaemin Ali, Pimpinan BAZNAS Bone Bidang Pendistribusian, di sela penyerahan bantuan.

Bantuan itu diserahkan secara simbolis kepada Kepala Desa Mattampawalie yang akan menjadi penanggung jawab teknis pembangunan rumah. Langkah ini bukan sekadar bantuan fisik, tetapi bentuk nyata komitmen BAZNAS mendukung program pemerintah daerah dalam membantu warga yang membutuhkan.

Di tengah suasana haru, Ibu Darna menahan air mata. Baginya, rumah bukan sekadar bangunan, tetapi juga saksi bisu tempat ia mengajarkan nilai-nilai agama. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS dan semua pihak yang telah membantu. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi kita semua,” ucapnya dengan suara bergetar.

Harapan pun tumbuh. Dengan bantuan ini, Ibu Darna bisa segera memiliki tempat tinggal yang layak, melanjutkan aktivitas mengajarnya, dan anak-anak kampung Mattampawalie dapat kembali belajar mengaji dengan tenang.

BAZNAS Bone sekali lagi menunjukkan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban, tetapi juga jembatan kasih sayang antar sesama. (*)