Watampone– Upaya pembinaan kemandirian terus dioptimalkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone melalui berbagai kegiatan produktif. Salah satu program yang telah berjalan dan memberikan dampak nyata adalah Barbershop Mini, yang menjadi sarana pembekalan keterampilan kerja bagi warga binaan, Senin (09/02).
Barbershop Mini Lapas Watampone kini beroperasi secara aktif dan dikelola oleh warga binaan terpilih dengan pendampingan petugas. Kehadirannya tidak hanya memenuhi kebutuhan potong rambut di dalam Lapas, tetapi juga menjadi media pembelajaran praktik kerja yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, warga binaan mengasah keterampilan potong rambut sekaligus membangun sikap disiplin, tanggung jawab, serta etos kerja. Proses pelayanan yang dilakukan secara rutin turut melatih kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi, yang sangat dibutuhkan saat kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Watampone menyampaikan bahwa Barbershop Mini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang berorientasi pada kesiapan kerja. “Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan yang benar-benar aplikatif dan dapat menjadi bekal hidup mandiri setelah bebas nanti,” ujar Kalapas.
Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada pengisian waktu, tetapi diarahkan untuk membentuk pola pikir produktif. “Program ini juga menanamkan nilai tanggung jawab dan pelayanan, sehingga warga binaan terbiasa bekerja dengan standar dan etika,” tambahnya.
Selain aspek keterampilan, keberadaan Barbershop Mini turut mendukung terciptanya lingkungan Lapas yang lebih tertib dan kondusif. Kegiatan positif ini menjadi sarana penyaluran minat dan bakat warga binaan, sekaligus mencegah munculnya perilaku negatif.
Dengan berjalannya Barbershop Mini secara konsisten, Lapas Watampone berharap warga binaan memiliki bekal nyata untuk berwirausaha atau bekerja secara mandiri, sehingga proses reintegrasi sosial dapat berjalan lebih baik dan berkelanjutan setelah masa pidana berakhir.



Tinggalkan Balasan