BONE–Andi Habibie, ST., M.Si., merupakan sosok Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tak asing di Kabupaten Bone. Sebagai Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bone, ia memiliki dedikasi tinggi dalam menjaga kebersihan dan keindahan Kota Watampone. Setiap harinya, ia turun langsung ke berbagai sudut kota untuk memastikan lingkungan tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat.

Dedikasi Andi Habibie semakin terlihat selama bulan Ramadhan. Di saat kebanyakan orang masih menikmati waktu istirahat seusai shalat subuh, ia sudah berkeliling untuk memastikan Satuan Tugas (Satgas) Kebersihan bekerja optimal dalam membersihkan Kota Watampone. Ia juga turut menata kota dengan merapikan pepohonan yang lebat, memperindah taman, serta memastikan bunga-bunga di media jalan tetap terawat. Tak hanya itu, ia juga memastikan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) terangkut hingga malam hari.
Andi Habibie mengawali kariernya sebagai ASN pada tahun 2011 dengan penempatan di Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) sebagai Staf Pengendali Dampak Lingkungan pada usia 31 tahun. Ia merupakan lulusan Teknik Industri Universitas 45 Makassar (kini Universitas Bosowa).
Kariernya terus berkembang, hingga pada tahun 2017 ia mendapat promosi sebagai pejabat eselon IVA dengan jabatan Kasi Kajian Dampak Lingkungan di Dinas Lingkungan Hidup. Pada tahun 2022, ia dipromosikan menjadi Sekretaris Camat (Sekcam) Sibulue, lalu pada tahun 2023 dimutasi menjadi Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Bone.
Atas dedikasi dan pengabdiannya, Andi Habibie menerima penghargaan Satya Lencana Karya Satya atas pengabdiannya selama 10 tahun sebagai ASN. Penghargaan ini diserahkan dalam acara penganugerahan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan PNS Teladan yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bone pada 28 Desember 2023 di Aula Lateya Riduni, Kompleks Rumah Jabatan Bupati Bone.
Di tengah tantangan pengelolaan sampah di Kabupaten Bone, Andi Habibie menggagas aksi perubahan inovatif bernama ALAKSI (Aliansi Hijau Bank Sampah Berbasis Kemitraan). Program ini bertujuan mengubah paradigma pengelolaan sampah dari pola angkut-buang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi pengelolaan yang lebih terstruktur dan berbasis kemitraan dengan masyarakat.
Menurut Andi Habibie, aksi perubahan ini muncul sebagai solusi atas meningkatnya volume sampah di Kabupaten Bone. Saat ini, pengelolaan sampah masih berfokus pada pengangkutan dan pembuangan ke TPA, sementara upaya pengurangan sampah non-organik masih terbatas. Ia menekankan bahwa sampah padat, terutama plastik, memiliki potensi besar sebagai sumber penghasilan jika dikelola dengan baik.
Dengan semangat dan inovasinya, Andi Habibie terus berjuang demi kebersihan dan keindahan Kota Watampone, sekaligus mendorong perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan. (*)



Tinggalkan Balasan