BONE–Tagline “Bone Lebih Baik” ternyata bukan hanya sekadar slogan. Satu per satu, upaya untuk mewujudkan Bone yang lebih baik mulai terlihat nyata. Salah satu permasalahan yang kerap dikeluhkan masyarakat adalah sampah dan penataan kota yang kurang rapi. Namun, hal ini kini menjadi perhatian serius oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman.
Keseriusannya dalam menata kota dibuktikan dengan pengorbanan pribadi. Demi menata keindahan Kota Watampone, ia rela mengeluarkan dana pribadi sebesar Rp15 juta, yang jika dikonversi setara dengan dua bulan gajinya sebagai Bupati, untuk membiayai operasional pemangkasan pohon yang tampak semrawut. Baginya, jajarannya harus sigap bekerja tanpa harus menunggu anggaran turun, karena jika selalu bergantung pada anggaran, kebersihan dan keindahan kota tidak akan pernah teratasi.
“Menjadi pemimpin di Bone adalah amanah. Kepercayaan rakyat harus dijaga. Saya bahkan rela mengorbankan masa dinas saya selama 14 tahun demi lima tahun ke depan untuk menjadi Bupati Bone. Jika Bone tidak lebih baik, maka pengorbanan dan amanah rakyat akan sia-sia,” tegasnya.
Bupati Bone juga mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemerintah Kabupaten Bone untuk mengubah pola kerja mereka. Dari yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa. Ia menekankan bahwa melayani masyarakat tidak harus dilakukan di kantor, tetapi juga di lapangan. Ia sendiri membuktikan dengan kebiasaannya berjalan kaki setiap pagi untuk memastikan Kota Watampone bebas dari sampah. Kebiasaan ini telah ia jalani sejak menjadi ASN dan terus diterapkan hingga kini sebagai kepala daerah.
Kepedulian H. Andi Asman Sulaiman terhadap kesejahteraan masyarakat tidak berhenti di kebersihan kota. Dalam acara buka puasa bersama anak yatim di Novena Hotel, ia secara pribadi menyumbangkan Rp20 juta untuk membantu kebutuhan anak-anak yatim. Dana tersebut digunakan untuk membeli tas dan perlengkapan sekolah, serta sepeda bagi mereka.
Tidak hanya itu, Bupati Bone juga menginstruksikan kepada para lurah, kepala desa, dan camat agar melakukan pendataan terhadap anak-anak yatim, terutama yang sudah tidak memiliki orang tua maupun tempat tinggal. Mereka didorong untuk masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar dapat menerima intervensi bantuan dari pemerintah dan memastikan mereka tidak putus sekolah serta mendapatkan perlindungan yang layak.
Komitmen kepemimpinan H. Andi Asman Sulaiman untuk mengutamakan kepentingan rakyat juga ditunjukkan melalui keputusannya bersama Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin. Keduanya sepakat menolak pengadaan mobil dinas baru untuk mereka. Menurutnya, pengadaan kendaraan dinas di tengah efisiensi anggaran bukanlah hal yang mendesak, apalagi mobil dinas yang ada masih dalam kondisi layak. Dana yang seharusnya digunakan untuk pengadaan kendaraan dinas lebih baik dialihkan untuk kepentingan rakyat.
Langkah-langkah nyata yang dilakukan oleh Bupati Bone ini menjadi bukti bahwa tagline “Bone Lebih Baik” bukan hanya sekadar jargon politik, melainkan sebuah komitmen nyata untuk membawa Kabupaten Bone ke arah yang lebih baik. Dengan aksi nyata dan kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat, harapan akan Bone yang lebih maju dan sejahtera bukan lagi sekadar impian. (*)



Tinggalkan Balasan