
BONE– Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh keluarga warga binaan untuk bersilaturahmi secara langsung dengan kerabat mereka yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone. Melalui layanan kunjungan tatap muka yang disediakan oleh pihak Lapas, suasana kebersamaan dan kehangatan keluarga tetap dapat dirasakan oleh warga binaan meskipun berada di balik tembok pemasyarakatan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya jumlah kunjungan selama pelaksanaan layanan Idul Fitri. Pada hari pertama pelaksanaan kunjungan yang berlangsung pada Sabtu (21/03), tercatat sebanyak 1.154 orang pengunjung datang ke Lapas Watampone untuk bertemu dengan 315 warga binaan.
Para pengunjung yang hadir terdiri dari 390 laki-laki, 454 perempuan, serta 310 anak-anak yang turut datang bersama keluarga mereka. Momen pertemuan ini menjadi kesempatan berharga bagi warga binaan dan keluarga untuk saling melepas rindu serta mempererat hubungan kekeluargaan.
Memasuki hari kedua pelaksanaan layanan kunjungan, Lapas Watampone kembali melayani 520 orang pengunjung yang datang untuk bertemu dengan 214 warga binaan. Kehadiran keluarga tersebut menunjukkan kuatnya dukungan moral yang diberikan kepada warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Sementara itu, pada hari ketiga pelaksanaan kunjungan Idul Fitri, tercatat sebanyak 382 orang pengunjung yang datang untuk menemui 187 warga binaan di Lapas Watampone.
Secara keseluruhan, selama tiga hari pelaksanaan layanan kunjungan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Lapas Watampone telah melayani 2.056 orang pengunjung yang datang untuk bersilaturahmi dengan warga binaan. Selain layanan kunjungan tatap muka, pihak Lapas juga membuka layanan penitipan barang dan uang yang diberikan oleh keluarga kepada warga binaan.
Sebagai bentuk kepedulian dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh keluarga warga binaan, Lapas Watampone juga membuka layanan kunjungan luar biasa pada hari keempat Idul Fitri. Layanan ini dikhususkan bagi keluarga warga binaan yang berdomisili di luar Kabupaten Bone, sehingga tetap dapat melakukan kunjungan meskipun terkendala jarak dan waktu. Hari keempat tersebut menjadi kesempatan khusus bagi keluarga yang berasal dari luar daerah dan baru dapat melaksanakan besukan setelah hari-hari utama kunjungan.
Untuk memastikan seluruh rangkaian layanan berjalan tertib dan lancar, Lapas Watampone mengerahkan 60 orang petugas layanan kunjungan ditambah bantuan pengamanan dari Bapas Watampone dan Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, yang bertugas mengatur alur pelayanan mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan barang bawaan, hingga pengawasan di ruang kunjungan.
Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, menyampaikan bahwa layanan kunjungan Idul Fitri merupakan salah satu bentuk dukungan pemasyarakatan dalam menjaga hubungan emosional antara warga binaan dan keluarga.
“Momentum Idul Fitri menjadi kesempatan yang sangat berarti bagi warga binaan untuk kembali merasakan kehangatan kebersamaan dengan keluarga. Kami berupaya memberikan layanan kunjungan yang tertib, aman, dan humanis sehingga silaturahmi tetap dapat terjaga dengan baik,” ungkap Rahnianto.
Ia juga mengingatkan seluruh petugas untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta pengawasan terhadap kemungkinan masuknya barang-barang terlarang guna menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.
Melalui layanan kunjungan ini, diharapkan hubungan kekeluargaan antara warga binaan dan keluarga tetap terjaga dengan baik serta menjadi sumber motivasi bagi warga binaan untuk menjalani masa pembinaan dengan lebih baik hingga nantinya dapat kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. (*)



Tinggalkan Balasan