BONE– Satu tahun kepemimpinan BerAmal di bawah nahkoda H. Andi Asman Sulaiman sebagai Bupati Bone dan Dr. H. Andi Akmal Pasluddin sebagai Wakil Bupati Bone, menghadirkan kado terindah bagi masyarakat: Kabupaten Bone dipastikan meraih Trophy Adipura.

Kabar membanggakan itu diperkuat dengan diterimanya undangan resmi Rapat Koordinasi Nasional Pengolahan Sampah Tahun 2026 dan Penghargaan Kinerja Pengolahan Sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup RI yang ditujukan kepada para gubernur dan kepala daerah se-Indonesia. Dari total 45 undangan yang disebar, terdiri atas 10 gubernur dan 35 kepala daerah kabupaten/kota, nama Kabupaten Bone tercantum sebagai salah satu daerah yang diundang.

Jika tak ada aral melintang, kegiatan tersebut akan berlangsung pada Rabu–Kamis, 25–26 Februari 2026 di Gedung Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, membenarkan kabar tersebut. Rasa syukur tak bisa disembunyikannya. Baginya, penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan buah dari komitmen dan kerja nyata sejak hari pertama dilantik.

“Sejak awal dilantik, perhatian pertama kami adalah persoalan kebersihan. Di awal kepemimpinan saya bersama Andi Akmal Pasluddin, kami langsung terjun ke lapangan, bahkan sampai ke saluran-saluran untuk mengatasi sampah yang selama ini menjadi keluhan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kebersihan bukan agenda musiman yang hanya digiatkan saat penilaian atau lomba. Menurutnya, budaya bersih harus menjadi karakter daerah.

“Kita tidak ingin kebersihan dilakukan hanya saat ada penilaian. Saya selalu menekankan, wajib setiap hari Beradipura, dan Beradipura sepanjang masa. Terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Bone atas sinergitas dan kerja samanya dalam mewujudkan Bone Adipura Setiap Harinya,” tegasnya.

Komitmen itu perlahan menjelma menjadi gerakan kolektif. Aparatur pemerintah daerah, petugas kebersihan, hingga masyarakat bahu-membahu menjaga wajah kota. Saluran-saluran yang dulunya dipenuhi sampah kini tertata. Ruang-ruang publik semakin bersih dan nyaman. Kesadaran warga pun tumbuh, menjadikan kebersihan sebagai tanggung jawab bersama.

“Alhamdulillah, usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Budaya yang kita bangun bersama kini diapresiasi oleh pemerintah pusat. Bone kembali diundang oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan menjadi salah satu kabupaten/kota yang akan menerima penghargaan kinerja dalam pengolahan sampah. Ini patut kita syukuri karena tidak semua kepala daerah diundang. Hanya 35 kepala daerah kabupaten/kota,” tambahnya.

Lebih dari sekadar trofi, Adipura kali ini menjadi simbol perubahan pola pikir dan konsistensi. Ia menjadi cermin bahwa kerja yang dimulai dari hal mendasar—kebersihan—mampu menghadirkan dampak besar bagi citra dan kualitas hidup masyarakat.

Momentum satu tahun BerAmal pun terasa semakin bermakna. Penghargaan ini bukan akhir, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh. Bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Bone dan seluruh masyarakat, capaian ini menjadi motivasi untuk terus menjaga kebersihan dan keindahan kota, menjadikan Bone sebagai daerah yang bukan hanya bersih saat dinilai, tetapi bersih sebagai budaya.

Beradipura hari ini, Beradipura esok, dan Beradipura sepanjang masa. (*)