BONE– Satu tahun kepemimpinan H. Andi Asman Sulaiman sebagai Bupati Bone bersama H. Andi Akmal Pasluddin sebagai Wakil Bupati Bone dengan tagline BerAmal menghadirkan perubahan yang dirasakan nyata oleh masyarakat. Dari sudut-sudut kota hingga taman-taman yang kini tampak lebih tertata, denyut pembenahan terasa semakin kuat, khususnya di sektor kebersihan dan penataan lingkungan Kota Watampone.

Di bawah komando Andi Asman Sulaiman dan wakilnya Andi Akmal Pasluddin, wajah Watampone perlahan berubah. Taman kota yang sebelumnya kurang terawat kini tampil lebih rapi, jalur-jalur pedestrian diperbaiki, dan fasilitas jalan semakin menunjang mobilitas masyarakat. Penataan itu bukan sekadar memperindah kota, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Apresiasi datang dari berbagai kalangan, termasuk pemerhati sampah, Dr. Syarifuddin Yusmar, akademisi dari Universitas Cahaya Prima yang selama ini aktif mengembangkan konsep TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle). Ia menilai, dalam kurun waktu satu tahun, perubahan yang dilakukan pemerintahan BerAmal sangat signifikan.

“Dari sisi infrastruktur, terutama fasilitas jalan dan penataan kawasan kota, dampaknya sangat terasa. Infrastruktur yang baik menjadi fondasi penting dalam mendukung tata kelola kebersihan,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis kawasan seperti TPS 3R akan lebih optimal ketika ditopang oleh akses jalan yang memadai dan tata ruang yang teratur. Dengan perbaikan infrastruktur yang dilakukan, distribusi dan pengangkutan sampah menjadi lebih efektif, sekaligus memudahkan edukasi dan pengawasan di lapangan.

Lebih dari itu, pembenahan kota turut membentuk perilaku masyarakat. Jalan yang bersih dan taman yang tertata menghadirkan rasa memiliki. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan mulai tumbuh, seiring meningkatnya kualitas ruang publik.

Watampone kini tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang perubahan budaya. Kebersihan tidak lagi semata tanggung jawab pemerintah, melainkan menjadi gerakan bersama.

Satu tahun mungkin belum cukup untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan rumah pembangunan. Namun, di mata banyak warga dan pengamat, langkah awal pemerintahan BerAmal telah menunjukkan arah yang jelas: membangun kota yang bersih, tertata, dan berkelanjutan. (*)