BONE– Sebanyak 18 pasar tradisional di Kabupaten Bone resmi diusulkan untuk mendapatkan program perbaikan dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Langkah ini diambil Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Perdagangan sebagai bentuk keseriusan dalam membenahi wajah pasar rakyat sekaligus meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli.

Pasar-pasar yang diusulkan meliputi Pasar Pangan, Pasar Laccokkong, Pasar Laccibungge, Pasar Arasoe, Pasar Ujung, Pasar Balle, Pasar Parigi, Pasar Lamurukung, Pasar Mutiara, Pasar Kedai, Pasar Bakungnge, Pasar Kading, Pasar Bengo, Pasar Pasaka, Pasar Kope, Pasar Uloe, Pasar Taccipi, dan Pasar Pattiro Bajo.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bone, Muhammad Rusdi, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa pengusulan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil uji petik dan peninjauan langsung ke sejumlah pasar yang kondisinya membutuhkan pembenahan serius.

Salah satu yang menjadi perhatian khusus adalah Pasar Kope di Kecamatan Bengo. Kondisinya dinilai sangat memprihatinkan. Atap pasar yang rusak membuat pedagang tidak bisa berjualan saat hujan turun.

“Kalau hujan, pedagang tidak bisa menjual karena atapnya hancur. Kondisinya memang sudah sangat butuh perbaikan,” ujarnya.

Selain itu, Pasar Arasoe di Kecamatan Cina juga menjadi salah satu pasar yang masuk dalam prioritas usulan karena kondisi fisiknya yang membutuhkan penataan dan renovasi.

Muhammad Rusdi menjelaskan bahwa seluruh usulan telah didaftarkan melalui aplikasi SISP (Sistem Informasi Sarana Pasar), sehingga secara administratif sudah masuk dalam sistem nasional Kementerian Perdagangan.

“Setelah melihat kondisi pasar, kami langsung menindaklanjuti dengan mengusulkan ke Kementerian Perdagangan RI dan sudah didaftarkan di aplikasi SISP. Total ada 18 pasar yang sudah masuk usulannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya dibawah petunjuk Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman dan Dr. H. Andi Akmal Pasluddin terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Beberapa hari lalu, komunikasi kembali dilakukan dan pihak kementerian meminta daerah menunggu proses verifikasi lanjutan karena anggaran tahun ini direncanakan akan dialokasikan. “Sekarang kita menunggu verifikasi lagi. Mudah-mudahan bisa terealisasi semua,” tegasnya.

Upaya ini menjadi angin segar bagi para pedagang pasar tradisional di Bone. Perbaikan sarana dan prasarana diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat, memperkuat daya saing pasar tradisional, serta menjadikan pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi yang lebih tertata, bersih, dan layak. (*)