BONE– Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, suasana haru menyelimuti Bakungnge Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, pada Minggu, 15 Februari 2026. Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Bone, Hj. Maryam Andi Asman, melaksanakan ziarah ke makam kedua orang tuanya di Bakunge, sebagai bentuk penghormatan dan doa menjelang bulan penuh berkah.
Langkah demi langkah terasa berat saat Bupati memasuki area pemakaman keluarga. Di tempat itulah ayahanda tercinta, Andi B. Sulaiman, seorang Purnawirawan TNI berpangkat Serma yang wafat pada 7 Oktober 2007, beristirahat untuk selamanya. Tak jauh dari sana, bersemayam sang ibu, Hj. Andi Nurhadi Petta Bau, yang wafat pada 12 Juli 2012. Dalam satu pagar yang sama pula, dimakamkan sang kakak, H. Andi Sumardi Sulaiman, S.Sos., M.Si, sosok yang begitu berperan dalam perjalanan hidupnya.
Di hadapan tiga pusara itu, suasana menjadi hening. Bupati Bone tak mampu menahan haru. Air mata perlahan jatuh, menandai kerinduan seorang anak kepada orang tua dan keluarga yang telah lebih dulu berpulang.
Dalam momen penuh makna tersebut, ia mengenang sosok ibunda yang selalu menanamkan pesan kesabaran dalam setiap langkah kehidupan. Pesan sederhana namun dalam, yang hingga kini menjadi pegangan hidupnya.
“Beliau selalu berpesan agar saya tetap bersabar, apapun yang terjadi,” kenangnya lirih.
Tidak hanya kepada ibunda, rasa rindu juga tertuju pada sang kakak yang selama ini menjadi figur pengganti orang tua. Sosok yang tidak sekadar sebagai saudara, tetapi pembimbing yang selalu memberi arah dan nasehat.
“Almarhum kakak saya bukan hanya kakak, tapi juga pengganti orang tua yang selalu membimbing saya,” ungkapnya.
Ziarah makam tersebut bukan sekadar tradisi menjelang Ramadan, tetapi juga refleksi perjalanan hidup dan pengingat akan akar keluarga yang membentuk keteguhan dirinya hingga kini memimpin Kabupaten Bone. Di tengah kesibukan sebagai kepala daerah, momen itu menjadi ruang personal untuk menundukkan hati, mengenang jasa orang-orang tercinta, sekaligus memohon doa agar diberi kekuatan menjalankan amanah.
Di bawah langit Ponre yang tenang, ziarah itu menjadi pengingat bahwa jabatan dan kesibukan tak pernah memutus ikatan batin seorang anak kepada orang tuanya. Menjelang Ramadan, harapan dan doa dipanjatkan semoga nilai kesabaran, ketulusan, dan pengabdian yang diwariskan keluarga terus menjadi cahaya dalam setiap langkah pengabdian kepada masyarakat. (*)



Tinggalkan Balasan