BONE–Ada momentum unik yang mencuri perhatian di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone. Dari 17 sekolah yang sukses meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Nasional tahun ini, dua di antaranya dipimpin oleh pasangan suami istri. Mereka adalah Muhammad Arfah, S.Pd., M.Pd, Kepala SMP Negeri 1 Watampone, dan istrinya Arnida Syam, S.Pd, Kepala SMP Negeri 7 Watampone. Keduanya berhasil mengantarkan sekolah masing-masing meraih prestasi bergengsi sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional.

SMPN 1 Watampone yang berada di Jl. Jaya Wijaya, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, dan SMPN 7 Watampone di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, kini sama-sama berdiri sejajar di panggung penghargaan nasional berkat kepemimpinan dua figur pendidik ini. Keberhasilan mereka menjadi semakin spesial karena hadir dari dua arah yang berbeda, namun berlabuh pada satu komitmen yang sama mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan.

Keduanya diundang langsung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk menerima penghargaan di Jakarta. Momen itu menjadi kebanggaan tersendiri, bukan hanya bagi mereka sebagai pemimpin sekolah, tetapi juga bagi dunia pendidikan Kabupaten Bone.

Kepada penulis, Muhammad Arfah mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Baginya, penghargaan ini adalah buah dari kerja keras seluruh warga sekolah, dukungan orang tua, serta bimbingan dari berbagai pihak. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak dapat dipisahkan dari pembinaan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone dan Dinas Lingkungan Hidup, serta arah kebijakan pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati H. Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati H. Andi Akmal Pasluddin (BerAmal).

Senada dengan itu, Arnida Syam menyebut bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi yang terbangun kuat di sekolahnya. Mulai dari guru, siswa, hingga masyarakat sekitar yang ikut menjaga lingkungan sekolah sebagai ruang belajar yang nyaman dan hijau.

Namun, ada satu hal lain yang membuat kisah ini semakin menarik—kekuatan saling mendukung dalam rumah tangga. Pasangan suami istri ini mengaku bahwa keberhasilan mereka lahir dari komunikasi yang baik, saling menyemangati, dan saling memberi masukan dalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah. Mereka berbagi pengalaman, strategi, hingga tantangan, sehingga masing-masing bisa melangkah lebih mantap dalam membangun program Adiwiyata.

“Alhamdulillah, kami saling mendukung. Apa yang dikerjakan di rumah tangga, itu juga terbawa dalam kepemimpinan sekolah kerjasama, pengertian, dan saling memotivasi,” ungkap Arnida.

Momentum ini menjadi catatan penting bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Bone bahwa sinergi antara kepemimpinan yang visioner, dukungan pemerintah daerah, serta komitmen keluarga dapat melahirkan prestasi besar. Pasangan Arfah–Arnida bukan hanya memberi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain, tetapi juga menunjukkan bahwa membangun budaya peduli lingkungan adalah tugas bersama yang bisa dimulai dari rumah, dan berbuah hingga ke tingkat nasional.

Prestasi mereka tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga turut mengharumkan nama Kabupaten Bone dalam kancah pendidikan dan lingkungan hidup Indonesia. Sebuah bukti bahwa harmoni dalam rumah tangga bisa melahirkan harmoni dalam memimpin dan dari harmoni itulah prestasi tumbuh. (*)